Bulan semburat jingga

Selamat malam yang ku kenang

Seperti hari yang berarah teratur

Ku sapa kamu dalam alunan angin diam

Jendela yang terbuka

Nyaris merapat

Namun hanya ada celah sedikit

Tetapi ia menebar luas dari pandangan

Bahwa desah keluh ku

Merasuk kedalam hati mu

Achh…adakah sandaran hidup telah menyatu

Dalam semburat bulan jingga

Dan alam pun menunduk mendengar luluh dalam doa

Tuhan ku

Aku tak berdaya

Lelah tertutup tak bersisa

Hati mu tertidur entah kapan terjaga